Kamis, 19 Februari 2015


Anak Desa Anak Bangsa
Karya : Dercy Y Sarlout

Disaat napas kehidupan memenuhi sudut-sudut pagi yang merona
Binar-binar serpihan insan yang bersibukan dibawah sang fajar

Anak desa anak bangsa
Menangis…. ketika kau gunakan sepatu itu,
Sepatu kacah yang tak dapat aku lihat
Menangis… melihatmu gunakan seragam dekil.
merah putih namanya, teman akrabmu
Menemanimu digubuk pendidikan

Dan ketika melihat barisan merah putih itu
Berbaris rapi dihadapanku dengan jiwa pejuang
“inilah tunas-tunas bangsa”, siratan hatiku

Bunga-bunga bangsa yang akan mekar
Akan ku tanam kalian beralaskan pancasila!
Akan kusiram kalian dengan ilmuku!
Dan kan ku bentuk menjadi putra-purti bangsa!

wahai harapan bangsa,
putra putri bangsa.....

Fajarmu jangan kau sia-siakan
Jalan-jalan kalian masih tertutup
Kabut didepan harus kalian tembus
Jangan takut pada badai yang menerpa
Jangan takut besar gelombang yang menerjang


Merah putih beraroma pensil dan buku
Ditemani kabur-kapur kotor
Didampingi buku kusam sumber ilmu
dan menanti gurawan pengetahuan

Pengetahuan ditengah kemiskinan
Adalah asap pekat mengosok mata
Janji.... janji... dan janjilah padaku
Akan ku cium harum bangsa ini
Dari kalian putra putri ku.



Disinilah dibawah gerbang atap Universitas Negri Malang
Kamu menempa ilmu

Dimana negri ini berharap menanti sang pembaru
Ambillah seluas samudra ilmu yang membiru
Demi menyongsong masa depan

Anak desa anak bangsa
Untukmu bangsa
Untukmu indonesia
Untukmu ku bersujud

Tidak ada komentar:

Posting Komentar